Dominasi Laga, Tapak Suci Pimda 241 Juara Umum Championship I IPSI Kabupaten Sorong

Dominasi Laga, Tapak Suci Pimda 241 Juara Umum Championship I IPSI Kabupaten Sorong

Selebrasi kontingen Tapak Suci Pimda 241 Kabupaten Sorong, Papua Barat sebagai Juara Umum

Aimas | Tapaksuci.ID

Perguruan Seni Beladiri Indonesia (PSBI) Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kabupaten Sorong, Papua Barat, Papua Barat keluar sebagai Juara Umum pada gelaran akbar IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Kabupaten Sorong, Papua Barat yang bertajuk “Pencak Silat Championship I IPSI Kabupaten Sorong, Papua Barat” yang digelar sejak tanggal 27 s/d 29 Oktober 2017. Kejuaraan terfokus pada kategori tanding/single fighter dari kelas remaja hingga dewasa.

Atlet-atlet Tapak Suci berhasil mendominasi perolehan medali dengan mengumpulkan 11 emas, 13 perak dan 20 perunggu. Uniknya banyak dari atlet Tapak Suci tersebut adalah putra daerah asli Papua. Rincian secara detail perolehan medali tersebut adalah sebagai berikut:

Medali Emas untuk Kategori Remaja

Putra

  1. Muhammad Khoir;
  2. Halamzah;

Putri

  1. Aswita S. Suprihatin;
  2. Tuti Lestari;
  3. Khalifah Ragil S.;

Medali Emas Kategori Dewasa

Putra

  1. Alvin L. Shidiq;
  2. Mahut Taskul;
  3. Alvin Al-Habsy;
  4. Sutarjo;

Putri

  1. Ira Rizky Iktiana;
  2. Rizky;

Medali Perak Kelas Remaja

Putra

  1. Farhan;
  2. Wahyu Dwi;
  3. Firmansyah;
  4. Ali Sadikin;
  5. Fajar Firmansyah;
  6. Fajar Ramadhan;

Putri

  1. Citra Dwi Riantari;
  2. Dian Nabila;
  3. Leni Weni Astuti;

Medali Perak Kelas Dewasa

Putra

  1. Faizal Suandi;
  2. Muhammad Naina;

Putri

  1. Ani Setiorini;
  2. Wa Ode;

Medali Perunggu Kelas Remaja

Putra

  1. Rifai;
  2. Ibnu Nurohman;
  3. Fikri;
  4. Arif Tofa;
  5. Azzam Kurniawan;
  6. Ghofar;

Putri

  1. Syahrianti;
  2. Siti Mukminah;
  3. Siti Jumiyati;
  4. Aninda;

Medali Perunggu Kelas Dewasa

Putra

  1. Bambang Irawan;
  2. Asep Teguh Marsyudi;
  3. Waras;
  4. Ahmad Mahmudi;
  5. Hadi;
  6. Rizal Herawan;
  7. Mukhlis;

Putri

  1. Siti Nurfajar;
  2. Indah Purnamasari;

Sebagaimana diketahui sebanyak 131 atlet Pencak Silat dari 2 perguruan, Tapak Suci Putera Muhammadiyah dan PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) mengikuti Championship I Tahun 2017 Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Sorong, Papua Barat. Kejuaraan tersebut digelar di Tongkonan Mawolokmai IKT Kabupaten Sorong, Papua Barat, Jalan Enau, Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat, dan dibuka Jumat (27/10) oleh H. Rumaropen, SH, MH. (Sekwan DPRD Kab Sorong / Ketua KONI Kab Sorong).

Gelaran akbar yang sedianya diikuti juga oleh 2 perguruan Pencak Silat lainnya yaitu Persinas Asad dan IKS-PI (Kera Saksi), namun karena kedua perguruan tersebut memiliki kegiatan internal sendiri sehingga tidak bisa ikut dalam kejuaraan.

Hadir juga dalam kejuaraan yang bertemakan "Membangun Rasa Kebersamaan Antar Perguruan dan Jiwa Ksatria Melalui Keberagaman Pencak Silat” tersebut Kapolres Sorong AKBP Dewa Made Sutrahna S.IK.,  Drs. H. Rustamadji, M. Si. ( Ketua STKIP Muhammadiyah Sorong) Andri Timban, SH ( Ka. Kesbangpol Kab Sorong) dan Muka Prihardi ( Ketua IPSI Sorong ).

Sambutan pembukaan disampaikan oleh ketua IPSI Kabupaten Sorong, Papua Barat Bapak Drs. Muka Prihadi, S. Pd. Yang menekankan bahwa Pencak silat ini merupakan seni beladiri yang cantik dan sehat, pengikut seni bela diri Pencak silat di Kabupaten Sorong, Papua Barat berkisar 1700 orang. Diharapkan para atlet silat dapat menjadi atlet yang profesional, jangan nakal, harus bisa memberikan contoh yang baik bagi masyarakat lain. “Ilmu silat ini kita lakukan untuk menolong orang lain, bukan untuk mencari musuh” tandasnya.

Hal ini senada dengan ungkapan lugas Ketua STKIP Muhammadiah Kabupaten Sorong, Papua Barat bapak Drs. H. Rustamadji, M.Si, dalam memompa semangat para atlet silat, “Kalau mau menjadi juara harus giat berlatih, Semangat adalah pilihan kita jika ingin sukses” tekannya dengan penuh motivasi.

Dalam sambutannya, Kapolres Sorong yang turut menghadiri kegiatan berharap agar atlet silat di Kabupaten Sorong, Papua Barat ke depannya dapat menjadi atlet profesional, memberikan yang terbaik bagi daerah dan menjadi contoh yang terbaik bagi masyarakat. "Ilmu silat ini kita lakukan untuk menolong orang lain, bukan untuk mencari musuh," tegasnya. (Kar/TS.ID)

Dipost Oleh Super Administrator

Dengan Iman dan Akhlaq Kami Kuat, Tanpa Iman dan Akhlaq Kami Lemah. Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billahil 'Aliyil Adzim...

Post Terkait

Tinggalkan Komentar