Inspiratif : Keluarga Pesilat TS di Surakarta Lahirkan Dua Pesilat Putri Bermental Juara

Inspiratif : Keluarga Pesilat TS  di Surakarta Lahirkan Dua Pesilat Putri Bermental Juara

Surakarta | Tapaksuci.asia

Memiliki keluarga dengan segudang prestasi dalam suatu bidang, tentu tak dimiliki semua orang. Namun hal ini hanya berlaku bagi mereka yang berikhtiar keras dan dibarengi dengan doa yang ikhlas.

Keluarga H. Nur Iskak Al Jufri adalah salah satu contohnya. Bapak dari dua orang anak yang saat ini juga aktif sebagai ketua PIMDA 05 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kota Surakarta dan juga sebagai motor penggerak IPSI Kota Surakarta Bidang Pembinaan Prestasi tersebut terbilang memiliki keluarga yang syarat dengan prestasi.

Selain mantan atlet Pencak Silat, pria dengan seabrek pengalaman kejuaraan baik tingkat nasional maupun internasional di masa mudanya ini juga sukses memoles anak-anaknya menjadi juara.

Dalam empat tahun terakhir saja, kedua remaja putrinya bisa memuncaki posisi juara dalam ajang kejuaran pencak silat remaja baik di tingkat nasional maupun internasional. Di antaranya adalah:

Prestasi Anak Pertama (Nadia Haq Umami N.C.) di Kejuaran Tingkat Remaja:

  1. Juara I O2SN Tahun 2011 di Surabaya;
  2. Juara I PORNAS Tahun 2011 di Surabaya;
  3. Juara I ASEAN School Games Tahun 2013 di Vietnam;
  4. Juara I POPNAS Tahun 2013 di Jakarta;
  5. Juara I Kejurnas PPLP Tahun 2014 di Semarang;
  6. Juara I PON Remaja Tahun 2014 di Surabaya;

Prestasi Anak Kedua (ZIDNI RAHMA AMALY) di Kejuaraan Tingkat Remaja:

  1. Juara I O2SN Tahun 2013 di Balikpapan;
  2. Juara II Kejurnas PPLP Tahun 2014 di Semarang;
  3. Juara II PON Remaja Tahun 2014 di Surabaya;

Semua prestasi tersebut tentunya tidak didapat dengan hal yang biasa-biasa saja. Namun dengan kerja keras dari orangtua dan kedua putrinya. Bahkan untuk berlatih ataupun training saja, mereka hanya menyisakan sehari dalam setiap pekannya. Atau sesi latihan mereka adalah enam hari dalam seminggu. Bukan hanya saat mau diselenggarakan kejuaraan baru mempersiapkan diri TC (Training Centre).

Meski selalu menjadi juara, kedua putri yang masih tercatat sebagai siswa di SMA Al-Islam 1 Surakarta ini tak pernah sombong dan tetap terlihat seperti anak-anak remaja sebayanya.

Gadis manis asli Kota Bengawan ini juga tidak merasa berbeda dengan teman-temannya meskipun memiliki segudang prestasi di bidang pencak silat. Bersikap layaknya gadis remaja seusianya dipilih Nadia ketimbang terlarut dalam kebanggaan yang keangkuhan.

“Saya memang bangga dengan prestasi yang saya miliki, tapi tidak harus kemudian menjadi sombong. Karena pada dasarnya saya memang menyukai olahraga ini. Jadi ditambah prestasi adalah nilai plus yang lebih dan harus lebih memacu untuk menjadi lebih baik”, pungkasnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan mimpinya untuk menjadi yang terbaik di tingkat Internasional yakni dengan memenangi kejuaraan di tingkat dunia. (spn/tapaksuci.asia)

Dipost Oleh Super Administrator

Dengan Iman dan Akhlaq Kami Kuat, Tanpa Iman dan Akhlaq Kami Lemah. Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billahil 'Aliyil Adzim...

Post Terkait

1 Komentar

  1. tes komentar

Tinggalkan Komentar