Kejurprov Pra-PON XIX 2016 IPSI Jatim, Delapan Pesilat Tapak Suci Pimda 094 Ngawi Turut Beraksi

Kejurprov Pra-PON XIX 2016 IPSI Jatim, Delapan Pesilat Tapak Suci Pimda 094 Ngawi Turut Beraksi

Ngawi | www.tapaksuci.asia

Sebagai persiapan Pra PON dan PON XIX/2016 di Jawa Barat, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur menggelar kejuaraan provinsi (Kejurprov) di GOR Bung Hatta Kabupaten Ngawi mulai 23-28 Mei 2015. Rasiyo Ketua Umum Pengprov IPSI Jawa Timur, mengatakan, kejurprov yang digelar kali ini sebagai langkah persiapan untuk mempertahankan gelar juara umum di PON XVIII tahun 2012 yang diselenggarakan di Riau.

Tahun 2008 lalu, Jatim berhasil menjadi juara umum pertama kalinya dengan meraih 4 medali emas demikian juga pada PON 2012 di Riau. Tentunya ini merupakan tantangan berat bagi pengurus untuk setidaknya mempertahankan medali emas dan menjadi juara umum di PON Jawa Barat (Jabar) 2016 mendatang,” terang Rasiyo sewaktu membuka Kejurprov di GOR Bung Hatta Ngawi, Sabtu (23/05).

Tegasnya, pada Kejurprov kali ini IPSI Jatim menerapkan Promosi Degradasi (Promdeg) khususnya bagi 17 pesilat yang masuk pusat latihan daerah (Puslatda). Dalam Kejurprov tersebut, semua pesilat yang masuk Puslatda akan membela daerah masing-masing.

Jika gagal tanpa meraih juara pada Kejurprov secara otomatis posisinya akan terdepak oleh pesilat di luar Puslatda. Rasiyo juga membenarkan jika ingin memenuhi target tiga mendali emas pada PON Jabar setidaknya dibutuhkan 26 atlet pesilat sesuai kelas yang dipertandingkan.

Menanggapi hal ini Dwi Rianto Jatmiko (Antok) Ketua DPRD Kabupaten Ngawi mewakili tuan rumah, adanya Kejurprov satu bagian apresiasi bagi daerah untuk lebih fokus pada pembinaan terutama pencak silat. Bukan tidak mungkin papar Antok, atlet daerah akan termotivasi terus adanya pembinaan yang diaktualisasikan ke dalam kejuaraan antar daerah di Jatim. Sehingga setiap daerah nantinya lebih ketat dalam persaingan prestasi pencak silat meski diluar Puslatda.

Kemudian Kejurprov pencak silat di Ngawi ini dari 38 kabupaten/kota yang tidak mengirimkan atlet sama sekali ada 9 daerah seperti Bangkalan, Blitar Kota, Bondowoso, Gresik, Lamongan, Magetan, Malang Kota, Nganjuk dan Sampang.

Sedangkan Surabaya tercatat paling banyak mengirimkan atletnya yakni 32 pesilat di Kejurprov sedangkan Ngawi selaku tuan rumah hanya mengirimkan 14 pesilat. Dan dari 14 orang pesilat tersebut 8 di antaranya berasal dari pesilat Tapak Suci PuteraMuhammadiyah Pimda 094 Ngawi. Diagendakan pada hari pertama kali ini akan dimainkan 55 partai dari semua kelas yang dipertandingkan.

Dipost Oleh Super Administrator

Dengan Iman dan Akhlaq Kami Kuat, Tanpa Iman dan Akhlaq Kami Lemah. Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billahil 'Aliyil Adzim...

Post Terkait

Tinggalkan Komentar