Usai Dampingi Tim Tapak Suci di Belgium Open 2015, Koordinator Pelatih Pelatnas IPSI Optimis Hadapi

Usai Dampingi Tim Tapak Suci di Belgium Open 2015, Koordinator Pelatih Pelatnas IPSI Optimis Hadapi

Jakarta | www.tapaksuci.asia

Koordinator Pelatih Pelatnas tim pencak silat Indonesia (IPSI) Indro Catur Haryono optimistis mampu memberikan prestasi saat menghadapi tim Malaysia dalam pertandingan pencak silat di pesta olahraga Asia Tenggara (SEA Games 2015) yang akan digelar di Singapura pada 10-14 Juni.

Pria asal Jawa tengah ini menyebut bahwa dirinya sudah menyaksikan sepak terjang dan perkembangan tim Pencak Silat Malaysia sejak beberapa tahun terakhir. Khususnya beberapa pekan lalu Tim Malaysia juga mengikuti ajang Belgium Open 2015. Di mana tim Pencak Silat Indonesia diwakili oleh Perguruan Seni Beladiri Indonesia (PSBI) Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Dan tim tersebut mampu berjaya di ajang tersebut dengan mengoleksi 4 emas, 3 perak dan 3 perunggu.

"Saya mendampingi tim Tapak Suci dalam pertandingan pencak silat di Belgia. Di sana, saya juga memantau kekuatan tim nasional Malaysia yang akan ikut bertanding ke SEA Games. Tapi, kami masih optimis kalau atlet-atlet pelatnas dapat mencapai target," kata koordinator pelatih pelatnas Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Jakarta, Sabtu (16/5).

Tim Malaysia, lanjut Indro, mempunyai penampilan bertanding lebih bagus dalam kejuaraan pencak silat di Belgia 2015 dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Penampilan mereka bagus dari sisi teknis dan non-teknis karena atlet-atlet mereka merupakan atlet-atlet yang mengikuti SEA Games 2013 dengan pengalaman lebih banyak. Hampir semua turnamen pencak silat mereka ikuti" katanya.

Pelatih pencak silat asal Jawa Tengah itu mengatakan tim Malaysia lebih memperhitungkan tim Indonesia dalam pertandingan-pertandingan pencak silat internasional termasuk pada SEA Games 2015 di Singapura.

"Pada SEA Games nanti, kami mewaspadai bukan hanya tim Vietnam, tapi juga tim Malaysia. Tim tuan rumah Singapura akan kami waspadai untuk faktor non-teknis karena penilaian berdasarkan subyektivitas dalam pencak silat masih ada," kata alumnus Pascasarjana Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta itu.

Meskipun memantau kekuatan tim Malaysia, Indro mengaku tim Negeri Jiran juga telah memantau kekuatan atlet-atlet pelatnas pencak silat dalam kejuaraan pencak silat internasional yang digelar di Perak, Malaysia, pada April.

"Di Perak kemarin, tim Malaysia justru tidak semuanya tampil karena mereka memperhitungkan kekuatan tim Indonesia sehingga menyimpan beberapa atletnya," katanya.

Indro menambahkan atlet-atlet pelatnas IPSI berencana berangkat ke Singapura pada Minggu (7/6) sebelum mengikuti pertandingan dalam SEA Games 2015 pada Rabu (10/6).

"Kami akan menyesuaikan diri dengan lokasi pertandingan di sana. Saat ini, kami harus mempertahankan kondisi para atlet yang akan bertanding," ujarnya.

IPSI akan menurunkan 16 atlet dalam SEA Games ke-28 itu untuk mengikuti 13 kelas pertandingan. Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) menargetkan cabang pencak silat dapat menyumbang empat medali emas bagi kontingen Merah Putih dalam SEA Games 2015.

Satlak Prima memproyeksikan kontingen Indonesia mampu menyabet 46 medali emas yang berasal dari cabang tinju satu emas, anggar satu emas, judo satu emas, pencak silat empat emas, taekwondo satu emas, wushu empat emas.

Berikutnya atletik enam emas, kano tiga emas, rowing enam emas, renang lima emas, perahu naga (TBR) satu emas, ski air tiga emas, panahan satu emas, biliar dua emas, bowling satu emas, berkuda dua emas, senam satu emas, badminton dua emas dan tenis satu emas. (rol/spn)

Dipost Oleh Super Administrator

Dengan Iman dan Akhlaq Kami Kuat, Tanpa Iman dan Akhlaq Kami Lemah. Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billahil 'Aliyil Adzim...

Post Terkait

Tinggalkan Komentar